Kemarin adalah hari yang sangat indah.
Dy yang sangat kucinta mbawaku ke pernikahan sahabatnya A.
Berawal dari niatku untuk sekedar MENEMANI dy ke Bandung sendirian, akhirnya ada kata2 "kamu ikut saja sama aku".
Beberapa hari yang lalu dy mendapat undangan ke pernikahan sahabat A. Semua anggota gank nya tidak ada yg merespon baik. Sejak hari itu aku selalu ingin jadi orang yang bisa menemani dy kalau dy sendirian. Aku ingin menjadi navigator, radio yang menghilangkan kantuknya saat menyetir, menawarkan minum dan makanan saat dy lelah menyetir. Aku selalu menyayangi dy, aku pun mulai mbantu mencarikan mobil sewa, seluruh kolega yg kupunya ku kerahkan, namun sia2. Syukurlah, dy memperoleh mobil sewa sendiri.
Satu hal yang kuyakini meskipun aku masih jadi pacarnya, dy tidak akan membawaku ke acara pernikahan itu. Apapun alasannya, mungkin bahkan untuk sekedar menemani dy pun seperti yang kuceritakan sebelumnya, dy tentu tidak mau. Yang aku tahu dy ingin sendiri ke Bandung. Namun itu tidak menyurutkan niat besarku berkata "kalau kamu sendiri sahabatmu yang lain masih belum merespon, aku mau kok menemani, nanti kalau km ke pernikahan itu, aku akan pergi kemana saja,sambil menunggu acaramu selesai, aku akan selalu menemani km". Sudah cukupkah kata2 seperti itu untuk menunjukkan, aku sungguh menyayangi nya?
Senin 2 Mei 2016, WA dari sahabatku J menawarkan course cake pinata di bandung jam 5.30. Waaah what a coinsidence, jam 5.30 itu adalah acara pernikahan sahabatnya (A). Tentu aku bisa menghabiskan waktu saat dy ke pernikahan sahabat A. Aku dengan senang berkata padanya, dan membayar sejumlah uang untuk course cake itu. Tapi aku tahu mungkin itu akan hangus, karena kalau gangnya bisa datang ke bandung tentunya dy enggan aku ikut.
Selasa 3 Mei pagi, gank nya belum mengkonfirmasi keikutsertaan ke bandung. Rencana masih seperti semula. Gank ikut, aku tidak ikut dan sebaliknya.
Malam nya, aku bertanya "kalau gank km ikut, aku apa boleh tetap ikut? Aku terserah kamu aja, kanniatku cuma 1, MENEMANI KAMU, jafi buat apa aku ikut kalau yang ditemani nggak mau... hehehe", dy berkata "km gak usah ikut aja ya, kan aku mau sama temen2ku, aku cm mau sama mereka". Kata2 itu sakit sekali, tak terasa air mataku mengalir, meskipun aku menahan tapi dy tahu aku HANCUR.
Rabu 4 Mei 2016, WA dari gank tidak bisa datang dan menemani dia pergi ke pernikahan sahabat A. Aku berkata "km pengen aku ikut?" Jawabnya "bebaaaas, terserah km aja". Aku sedih sekali dengan jawabannya. Ku kira dy akan berkata, 'iya aku pengen kamu ikut', tidak kungkin kata2 itu muncul. Aku nggak tahu apa yang ada dihatinya, maukah sebenarnya dy ? Aku nggak tahu. Dan akhirnya untuk terakhir kalinya aku bertanya, "kamu jawab jujur dari hatimu, jangan jawab terserah, kamu pengen aku ikut?" Dan dy menjawab "pengen pengen aja..." aku sedikit senang, walaupun dy menjawab seperti itu. Akhirnya aku memikirkan cara agar tidak merepotkannya. Aku nggak mau dy menjemputku di tebet dari bekasi. Itu jauh sekali... akupun memutar otak untuk mencari teman yg tinggal di bekasi sehingga aku bisa menginap di rumah nya. Aaah dapat, si P tinggal di bekasi. Aku pun menelpon si P dan dy langsung mengiyakan. Rencananya besok aku dan dy akan bertemu di Pertamina jam 5. Aku naik apapun itu ke Pertamina. Karena kasihan dy belum tahu rumah P.
Sore jam 4 aku pulang kerja, mengambil baju untuk course cake. Kaos putih dan rok bunga, serta syal warna hitam. Jam 4.30 aku bimbingan sampai jam 7.00 malam. Aku pun minta temanku yang di rumah bekasi untuk mengantarkan aku ke rumah P. Tapi ternyata P masih di jakarta masih di kostnya, ayah P yang akan menjemput P ke kostnya. Jadi akhirnya ditengah jalan aku turun dan naik bway ke kost P. Jam 9.00 malam ayah P baru sampai. Terimakasih P kamu sudah bersedia memberiku penginapan, dan mengajakku makan nasi uduk di rawamangun. Jalanan macet dan aku sampai Bekasi jam 00.30. Aku baru tidur jam 00.30 dan harus bangun jam 04.30 karena dy ingin berangkat jam 5.00.
Kamis 5 Mei 2016, 03.30 dy menelpon dan mbangunkanku, tapi aku baru bangun 04.30. Aku mandi dan selesai siap siap jam 05.00. Ternyata mobil sewa nya belum datang. Aku pun belum memesan gojek. Jam 5.30 dy berangkat, aku pun memesan gojek. Gojeknya sedikit bingung dengan daerah rumah P, jadi dy harus sedikit menunggu.
Jam 06.00 aku bertemu dy dalam mobillio putih dengan kaos abu2 uniqlo kembaran denganku, jaket nike navy yang pernah kubelikan, jeans satu2nya pemberianku, sandal gunung yang kubelikan saat di jakarta fair. Dy sungguh tampan dimataku. Dy yang sangat aku cinta.
Kamipun berangkat dan masuk toll, namun karena macet parah, kami ambil jalan luar. Tidak terlalh macet dan kami bisa melewati daerah2 yang hijau, dengan aku sebagai navigatornya. Senang sekali rasanya. Kemanapun asal aku bersamanya aku senang. Sangat senang.
Di lain jalan sahabat J sedang dalam perjalanan ke bandung. Dengan waktu yang hampir sama, tapi kami sampai bandung terlebih dahulu.
Sesampainya di bandung, kami ke Primarasa dan dy yang membayar semua yang kami beli. Kemudian kami ingin makan, PASKAL itulah tujuan kami, namun kami harus berputar2 karena aku salah menavigasi. Hujan deras sekali, tapi aku senang, karena aku bersamanya. Ditengah jalan, ow ow course cake membatalkan course nya dan aku sangat kecewa. Karena aku tak tahu harus kemana. Aku pun memutat otak dan mungkin aku akan jalan2, nonton, kemanapun untuk menghabiskan waktu.
Sampailah kami di Paskal, disana dy benar2 berinisiatif, semua makanan dibayarkan, membelikan minum aku sangat senang, meskipun dalam pikiranku, aku masih memikirkan aku harus kemana, karena dy tidak mungkin mengajakku. Saat aku bercerita kalau course membatalkan sepihak, dy langsung berkata "Kamu ikut aku aja kalau gitu" wooooow hatiku senang sekali, kalau tidak ada orang mungkin aku akan teriak sekencang2nya saking aku bahagia. Aku sampau berkata padanya "Aku nggak mimpi kaaaan? Cubit deh cubit..." ya aku tidak bermimpi. Aku sadar, sangat sadar. Meskipun aku sebenarnya takut aku sedih karena akan bertemu dengan wanita2 yang pernah mengisi hidupnya. Dy sangat lelah, akupun tidak bisa mengajaknya mencari baju, karena dimataku bajuku sangat jelek untuk ke pesta. Tapi dengan sangat yakin dy berkata "baju itu pun sudah bagus", aku senang...
Sampailah kami di The Victoria. Jam 2.00 kami sudah sampai sana, 0adahal acaranya jam 4.30. Dy memperkenalkan aku ke sahabat A, ayah dan ibunya. Mereka pun langsung melihat aku sebagai calon istrinya. Aku senang sekali, dy seperti mengiyakan anggapan itu. Adik sahabat A, sepertinya nampak menyimpan rasa pada dy. Tapi aku berusaha berpikir positif, "ah tidak mungkin". Semua orang beranggapan sperti itu,aku sangat senang, aku pu. Menggandengnya selayaknya aku ini kekasihnya, dy pun tidak keberatan. Karena lelah, jam 2.30 kami tidur di mobil tanpa AC, gerah sekali... jam 3.30 kami keluar jalan2 sambil mencari butik terdekat, kami menemukan satu restoran sepi, hanya kami pengunjungnya Cafe Oz... makanannya mahal dan tidak enak lemon squash, es blended chocolate, dan pomodoro fusilli (yang kami plesetkan jadi podomoro). Selayaknya pasangan kekasih... akhirnya jam 4.00 kami kembali ke The Victoria. Disana sudah ramai, kami pun berdandan dan berganti pakaian. Sungguh senang aku bisa menemani dy yang kucinta. Akad pun berjalan lancar. Setelah akad kami duduk di sofa pojok... teman wanitanya si V datang bersama suami dan anaknya yang lucu, kamipun bermain dengannya. Dan yaa dy mengenalkan aku seperti kekasihnya. Jam 6.30 teman wanitanya I datang bersama anak dan suaminya. Mereka tidak bisa langsung naik, jadi I harus mengantri untuk mengisi buku tamu. Mereka dulu pernah dekat dan aku cemburu karena dy mendatangi I ke bawah, walaupun aku diajak tapi aku rasa aku harus menjaga barang2 kami, dan barang bayi si V. Jadi aku sendirian di atas menjaga sofa. Kelihatan dari atas dy berbincang2 dengan si I, aku sangat penasaran. Sebenarnya aku sangat cemburu, apalagi si I memakai warna baju biru navy, baju yang sama dengan dy, baju yang aku belikan di matahari. Dan aku baru sadar kalau dari atas sampai bawah outfitnya ada pemberianku... aku ingin menangis lagi karena saat dy dan semua rekannya ke atas menuju sofa, dy tidak mau duduk di sampingku, dan memberikan sofanya untuk I bersama bayi permpuannya. Ya mungkin seharusnya begitu karena dy harus memberikan tempat untuk wanita terlebih dahulu. I seperti tidak ingin mengenal aku,padahal awalnya V langsung minta kenalan denganku. Tak apalah... I malah berdiri,kemudian dy mencoba menggendong bayi I, aku sedih saat itu, aku ingin menangis. Aku tidak suka pemandangan itu. Aku sedih sekali. Tapi aku berusaha untuk berpikir ppositif karena dari td dy juga ingin menggendong anak V. Aku pun mengendalikan perasaanku. Dan haaaa semua berlalu, aku kembali senang karena aku bisa menggandeng lengannya dan memperlihatkan kedekatan kami. Yang aku senang lagi, dy merangkul pinggangku saat antri makanan. Walaupun sebenarnya mungkin dy tidak enak karena dy menginjak kakiku, tapu aku senang. Dan aku menjadi sangat senang lagi, karena ketika aku pusing, dy meletakkan kepalaku di kakinya di depan semua orang dan merangkul kepalaku. Aku sangat senang.
Jam 8.00 kami pulang dy sangat mengantuk, kami berhenti di rest area sejenak untuk mengemas barang, dan berhenti lagi untuk tidur. Sekitar 1 jam kami tidur. Malam itu aku meminta dy mencium keningku, tapi dy tidak mau. Dan saat sampai di kost ku, aku meminta lagi, dy tetap tidak mau.
Tapi 5 Mei 2016 meski ada kesedihan, Tuhan aku sangat sangat sangat bahagia. Terimakasih Tuhan, terimakasih Aa... aku sayang aa.