Kamis, 18 Agustus 2016

Ulang tahun

Semoga ada keajaiban di hari ulang tahun ku nanti. Amin

Harus hidup

Aku harus hidup.
Walau aa udah nggak kaya dulu lagi.
Walaupun aa sering banget nyuekin aku.
Walaupun aa udah nggak sesayang dulu lagi.

Aku harus hidup.
Walaupun aku sering nangis karena aa.
Walaupun aa kalau bales wa ku kaya sepatah2 bahkan kadang pertanyaanku nggak dijawab semua.

Tuhan, aa itu sungguh berarti, walaupun dy cuek banget. Walaupun dy nggak pernah nanyain keadaanku. Nanya aku udah makan apa belum, nanya aku udab ngantuk apa belum. Nanya aku capek apa nggak, nanya aku lagi apa.

Kalau ada yang baca ini, tolong yaa... bantu aku untuk bisa sebahagia dulu lagi.
Aku mau tetap hidup, memberikan kebaikan untuk org yang aku cintai. Toh mencintai memang harus ikhlas.

Minggu, 22 Mei 2016

Wanita Bodoh

Ku wanita bodoh, yang mengagumimu
Ku wanita bodoh, yang membanggakanmu
Ku wanita bodoh, yang menangisimu
Memberikan semua tuk menyenangkanmu

Ku wanita bodoh, yang tak kau pedulikan
Ku wanita bodoh, yang menunggu sapaanmu
Ku wanita bodoh, yang mendoakanmu
Yang slalu mengharapkan perhatianmu

Ku wanita yang selalu menangisi sikapmu
Sikap tak peduli yang kau tunjukkan stiap hari
Ku wanita yang menyiapkan semua yang kau perlu, namun tak pernah kau balas dengan senyum...

Ku wanita bodoh yang selalu tersenyum
Meski hati hancur namun aku tersenyum
Meski kumenangis, tp aku tersenyum.
Kuharap kau tahu... ku bahagia mencintaimu.

Akhir Jaman

Semoga masa akhir jaman segera datang.
Dan aku ingin membuktikan sama kamu, Tuhanku lah yang berkuasa atas langit dan bumi.

Jahat 2

Dar pengalaman orang2 yg pernah disakiti: ibu, mbak diana, aku...
Kalian memang diajari ajaran jahat.
Membuat wanita yang sungguh mencintai kalian terpuruk...
Semoga kalian tidak kena azab nya.
Semoga kalian bahagia

Kesayangan

Semoga aku tidak sedih lagi

Jumat, 13 Mei 2016

Kelak

Mungkin... kehidupanku di depan akan jauh lebih terjal.
Mumgkin aku akan menemukan orang yang jaub lebih sulit dimengerti dari aa.
Orang yang sangat tidak peduli, lebih dari aa.
Orang yg tidak punya inisiatif, lebih dari aa.
Aku yakin sekarang aku sedih dan sering menangis sepeeti ini, adalah jalan yang harus aku lewati agar aku bisa menghadapi hari depan yang jauh lebih terjal.
Aku bersyukur karena aku sangat menyayangi aa. Aa yang benar2 aku sayang, dan selalu berusaha agar aku bisa menjadi yg terbaik untuk aa. Tapi sepertinya belum cukup.
Aku nggak tahu apa aa bahagia sama aku?
Tapi aku yakin, kelak jika ada org yg jauh lebih sulit dimengerti dari aa, aku bisa menghadapinya.
Aa kadang aku ingin menangis dipelukan aa. Sambil bilang, aa aku lelah sekali.

Kamis, 12 Mei 2016

Sakit 3

Apa mungkin orang sakit, dan parah, karena terlarut dalam kesedihannya?

Menjadi orang yang tidak dipedulikan itu menyedihkan.
Menjadi orang yang selalu mencintai tapi tidak dicintai itu menyedihkan.
Kalau aku larut lama disini dengan kesedihan ini, apa mungkin aku bisa jatuh sakit?

Bahagia

Aku yakin, kesedihan saat ini.
Merasa tidak dipedulikan, kehilangan sosok tersayang yg pernah ada dihidupku, tidak punya motivasi, tidak punya tempat mengadu... kehilangan sungguh kehilangan aa...
Akan segera berakhir...
Aku akan bahagia.
Dadaku tidak sakit lagi
Maagku tidak kambuh lagi
Setiap malam aku tidak menangis...
Aku akan bahagia... aku yakin

Aku hanya perlu bersabar melewati proses ini.
Aku hanya perlu melewati nya...

Rabu, 11 Mei 2016

Sakit 2

Aa dadaku sakit sekali... kalau diteken sakit.

Tapi ternyata nggak sesakit rasanya kl nggak kamu peduliin atau dipandang sebelah mata, atau dipandang "disguist" ternyata itu lebih sakit.

Tuhan juga pernah merasakan sakit ini kan ya? Dan Tuhan Yesus bisa menghadapinya, aku yakin aku juga bisa Tuhan. Terimakasih

Semoga sakit ku cepet ilang dan aku segera mendapatkan kedamaian. Amiin

Selasa, 10 Mei 2016

Satu

Aku tidak tahu kenapa manusia diciptakan dengan 1 hati...
Tapi banyak yang bisa membagi hati itu jadi dua atau lebih.
Bahkan yang sudah menikah pun mampu membagi hati jadi dua, tiga, bahkan ada yang membaginya menjadi 39...

Kalau ada satu hati mengapa manusia bisa membagi sedemikian banyak, bahkan menjadikannya seakan akan sebagai suatu hal yang lumrah.

Mengapa hati bisa berpindah? Padahal hati itu sudah diserahkan pada satu orang yang berharga.

Aku telah memberikan hatiku pada aa... mungkin sekarang hati itu sudah diletakkan di satu kotak dihatinya yang mungkin tidak bisa dibuka lagi. Jadi aku sudah tidak punya hati... aku hanya berharap suatu saat aa membuka kotak itu lagi dan meletakkannya di tempat yang seharusnya di hatinya.

Senin, 09 Mei 2016

Jahat

Tuhan...
Tia itu orang yang jahat ya? Kenapa samapi tega orang2 sama Tia.
Teman2 Tia yang tahu Tia dekat dengan aa, seakan2 menyuruh aa menjauhi Tia, dan sebaliknya.
Bahkan aa yang Tia sayang juga nggak peduli sama Tia kalau Tia sedang sakit, sedih, kesepian.

Tuhaan...
Maafin Tia ya kalau Tia jahat, Tia banyak buat hal yg Tuhan nggak suka...
Tia sedih sekali diperlakukan seperti ini Tuha .

Minggu, 08 Mei 2016

Sakit

Sedih sekali... ketika aku mengeluh rasa sakit yang kualami, tapi dy yang kusayang tidak peduli.

Aku harus bagaimana Tuhan... aku sangat sedih dengan sikap2nya yang selalu tidak memedulikan aku. Sedih sekali

Jumat, 06 Mei 2016

Andai aku bisa

Selama ini dy yang kusayang selalu ingin memiliki usaha sendiri. Kami memang bekerja di kantor pelit yang menggaji karyawannya sedikit. Bahkan mungkin terlalu muluk2 jika seorang karyawan ingin DP rumah.

Aku sangat ingin memiliki usaha sampingan dengannya. Kami berusaha untuk memutar otak agar kami bisa memiliki penghasilan tambahan. Apalagi usia kami sudah 25 tahun, tapi kami belum punya apa2. Sedih... karena dy jauh lebih sedih dari aku.

Aku sungguh ingin bisa membuatnya senang...ingin sekali mencari cara agar kami berdua bisa sama2 punya usaha / penghasilan lain.

Tuhan, semoga kami bisa punya penghasilan lain ya... amin...

Harapan yang jadi kenyataan

Kemarin adalah hari yang sangat indah.
Dy yang sangat kucinta mbawaku ke pernikahan sahabatnya A.

Berawal dari niatku untuk sekedar MENEMANI dy ke Bandung sendirian, akhirnya ada kata2 "kamu ikut saja sama aku".

Beberapa hari yang lalu dy mendapat undangan ke pernikahan sahabat A. Semua anggota gank nya tidak ada yg merespon baik. Sejak hari itu aku selalu ingin jadi orang yang bisa menemani dy kalau dy sendirian. Aku ingin menjadi navigator, radio yang menghilangkan kantuknya saat menyetir, menawarkan minum dan makanan saat dy lelah menyetir. Aku selalu menyayangi dy, aku pun mulai mbantu mencarikan mobil sewa, seluruh kolega yg kupunya ku kerahkan, namun sia2. Syukurlah, dy memperoleh mobil sewa sendiri.

Satu hal yang kuyakini meskipun aku masih jadi pacarnya, dy tidak akan membawaku ke acara pernikahan itu. Apapun alasannya, mungkin bahkan untuk sekedar menemani dy pun seperti yang kuceritakan sebelumnya, dy tentu tidak mau. Yang aku tahu dy ingin sendiri ke Bandung. Namun itu tidak menyurutkan niat besarku berkata "kalau kamu sendiri sahabatmu yang lain masih belum merespon, aku mau kok menemani, nanti kalau km ke pernikahan itu, aku akan pergi kemana saja,sambil menunggu acaramu selesai, aku akan selalu menemani km". Sudah cukupkah kata2 seperti itu untuk menunjukkan, aku sungguh menyayangi nya?

Senin 2 Mei 2016, WA dari sahabatku J menawarkan course cake pinata di bandung jam 5.30. Waaah what a coinsidence, jam 5.30 itu adalah acara pernikahan sahabatnya (A). Tentu aku bisa menghabiskan waktu saat dy ke pernikahan sahabat A. Aku dengan senang berkata padanya, dan membayar sejumlah uang untuk course cake itu. Tapi aku tahu mungkin itu akan hangus, karena kalau gangnya bisa datang ke bandung tentunya dy enggan aku ikut.

Selasa 3 Mei pagi, gank nya belum mengkonfirmasi keikutsertaan ke bandung. Rencana masih seperti semula. Gank ikut, aku tidak ikut dan sebaliknya.
Malam nya, aku bertanya "kalau gank km ikut, aku apa boleh tetap ikut? Aku terserah kamu aja, kanniatku cuma 1, MENEMANI KAMU, jafi buat apa aku ikut kalau yang ditemani nggak mau... hehehe", dy berkata "km gak usah ikut aja ya, kan aku mau sama temen2ku, aku cm mau sama mereka". Kata2 itu sakit sekali, tak terasa air mataku mengalir, meskipun aku menahan tapi dy tahu aku HANCUR.

Rabu 4 Mei 2016, WA dari gank tidak bisa datang dan menemani dia pergi ke pernikahan sahabat A. Aku berkata "km pengen aku ikut?" Jawabnya "bebaaaas, terserah km aja". Aku sedih sekali dengan jawabannya. Ku kira dy akan berkata, 'iya aku pengen kamu ikut', tidak kungkin kata2 itu muncul. Aku nggak tahu apa yang ada dihatinya, maukah sebenarnya dy ? Aku nggak tahu. Dan akhirnya untuk terakhir kalinya aku bertanya, "kamu jawab jujur dari hatimu, jangan jawab terserah, kamu pengen aku ikut?" Dan dy menjawab "pengen pengen aja..." aku sedikit senang, walaupun dy menjawab seperti itu. Akhirnya aku memikirkan cara agar tidak merepotkannya. Aku nggak mau dy menjemputku di tebet dari bekasi. Itu jauh sekali... akupun memutar otak untuk mencari teman yg tinggal di bekasi sehingga aku bisa menginap di rumah nya. Aaah dapat, si P tinggal di bekasi. Aku pun menelpon si P dan dy langsung mengiyakan. Rencananya besok aku dan dy akan bertemu di Pertamina jam 5. Aku naik apapun itu ke Pertamina. Karena kasihan dy belum tahu rumah P.
Sore jam 4 aku pulang kerja, mengambil baju untuk course cake. Kaos putih dan rok bunga, serta syal warna hitam. Jam 4.30 aku bimbingan sampai jam 7.00 malam. Aku pun minta temanku yang di rumah bekasi untuk mengantarkan aku ke rumah P. Tapi ternyata P masih di jakarta masih di kostnya, ayah P yang akan menjemput P ke kostnya. Jadi akhirnya ditengah jalan aku turun dan naik bway ke kost P. Jam 9.00 malam ayah P baru sampai. Terimakasih P kamu sudah bersedia memberiku penginapan, dan mengajakku makan nasi uduk di rawamangun. Jalanan macet dan aku sampai Bekasi jam 00.30. Aku baru tidur jam 00.30 dan harus bangun jam 04.30 karena dy ingin berangkat jam 5.00.

Kamis 5 Mei 2016, 03.30 dy menelpon dan mbangunkanku, tapi aku baru bangun 04.30. Aku mandi dan selesai siap siap jam 05.00. Ternyata mobil sewa nya belum datang. Aku pun belum memesan gojek. Jam 5.30 dy berangkat, aku pun memesan gojek. Gojeknya sedikit bingung dengan daerah rumah P, jadi dy harus sedikit menunggu.
Jam 06.00 aku bertemu dy dalam mobillio putih dengan kaos abu2 uniqlo kembaran denganku, jaket nike navy yang pernah kubelikan, jeans satu2nya pemberianku, sandal gunung yang kubelikan saat di jakarta fair. Dy sungguh tampan dimataku. Dy yang sangat aku cinta.
Kamipun berangkat dan masuk toll, namun karena macet parah, kami ambil jalan luar. Tidak terlalh macet dan kami bisa melewati daerah2 yang hijau, dengan aku sebagai navigatornya. Senang sekali rasanya. Kemanapun asal aku bersamanya aku senang. Sangat senang.
Di lain jalan sahabat J sedang dalam perjalanan ke bandung. Dengan waktu yang hampir sama, tapi kami sampai bandung terlebih dahulu.
Sesampainya di bandung, kami ke Primarasa dan dy yang membayar semua yang kami beli. Kemudian kami ingin makan, PASKAL itulah tujuan kami, namun kami harus berputar2 karena aku salah menavigasi. Hujan deras sekali, tapi aku senang, karena aku bersamanya. Ditengah jalan, ow ow course cake membatalkan course nya dan aku sangat kecewa. Karena aku tak tahu harus kemana. Aku pun memutat otak dan mungkin aku akan jalan2, nonton, kemanapun untuk menghabiskan waktu.
Sampailah kami di Paskal, disana dy benar2 berinisiatif, semua makanan dibayarkan, membelikan minum aku sangat senang, meskipun dalam pikiranku, aku masih memikirkan aku harus kemana, karena dy tidak mungkin mengajakku. Saat aku bercerita kalau course membatalkan sepihak, dy langsung berkata "Kamu ikut aku aja kalau gitu" wooooow hatiku senang sekali, kalau tidak ada orang mungkin aku akan teriak sekencang2nya saking aku bahagia. Aku sampau berkata padanya "Aku nggak mimpi kaaaan? Cubit deh cubit..." ya aku tidak bermimpi. Aku sadar, sangat sadar. Meskipun aku sebenarnya takut aku sedih karena akan bertemu dengan wanita2 yang pernah mengisi hidupnya. Dy sangat lelah, akupun tidak bisa mengajaknya mencari baju, karena dimataku bajuku sangat jelek untuk ke pesta.  Tapi dengan sangat yakin dy berkata "baju itu pun sudah bagus", aku senang...

Sampailah kami di The Victoria. Jam 2.00 kami sudah sampai sana, 0adahal acaranya jam 4.30. Dy memperkenalkan aku ke sahabat A, ayah dan ibunya. Mereka pun langsung melihat aku sebagai calon istrinya. Aku senang sekali, dy seperti mengiyakan anggapan itu. Adik sahabat A, sepertinya nampak menyimpan rasa pada dy. Tapi aku berusaha berpikir positif, "ah tidak mungkin". Semua orang beranggapan sperti itu,aku sangat senang, aku pu. Menggandengnya selayaknya aku ini kekasihnya, dy pun tidak keberatan. Karena lelah, jam 2.30 kami tidur di mobil tanpa AC, gerah sekali... jam 3.30 kami keluar jalan2 sambil mencari butik terdekat, kami menemukan satu restoran sepi, hanya kami pengunjungnya Cafe Oz... makanannya mahal dan tidak enak lemon squash, es blended chocolate, dan pomodoro fusilli (yang kami plesetkan jadi podomoro). Selayaknya pasangan kekasih... akhirnya jam 4.00 kami kembali ke The Victoria. Disana sudah ramai, kami pun berdandan dan berganti pakaian. Sungguh senang aku bisa menemani dy yang kucinta. Akad pun berjalan lancar. Setelah akad kami duduk di sofa pojok... teman wanitanya si V datang bersama suami dan anaknya yang lucu, kamipun bermain dengannya. Dan yaa dy mengenalkan aku seperti kekasihnya. Jam 6.30 teman wanitanya I datang bersama anak dan suaminya. Mereka tidak bisa langsung naik, jadi I harus mengantri untuk mengisi buku tamu. Mereka dulu pernah dekat dan aku cemburu karena dy mendatangi I ke bawah, walaupun aku diajak tapi aku rasa aku harus menjaga barang2 kami, dan barang bayi si V. Jadi aku sendirian di atas menjaga sofa. Kelihatan dari atas dy berbincang2 dengan si I, aku sangat penasaran. Sebenarnya aku sangat cemburu, apalagi si I memakai warna baju biru navy, baju yang sama dengan dy, baju yang aku belikan di matahari. Dan aku baru sadar kalau dari atas sampai bawah outfitnya ada pemberianku... aku ingin menangis lagi karena saat dy dan semua rekannya ke atas menuju sofa, dy tidak mau duduk di sampingku, dan memberikan sofanya untuk I bersama bayi permpuannya. Ya mungkin seharusnya begitu karena dy harus memberikan tempat untuk wanita terlebih dahulu. I seperti tidak ingin mengenal aku,padahal awalnya V langsung minta kenalan denganku. Tak apalah... I malah berdiri,kemudian dy mencoba menggendong bayi I, aku sedih saat itu, aku ingin menangis. Aku tidak suka pemandangan itu. Aku sedih sekali. Tapi aku berusaha untuk berpikir ppositif karena dari td dy juga ingin menggendong anak V. Aku pun mengendalikan perasaanku. Dan haaaa semua berlalu, aku kembali senang karena aku bisa menggandeng lengannya dan memperlihatkan kedekatan kami. Yang aku senang lagi, dy merangkul pinggangku saat antri makanan. Walaupun sebenarnya mungkin dy tidak enak karena dy menginjak kakiku, tapu aku senang. Dan aku menjadi sangat senang lagi, karena ketika aku pusing, dy meletakkan kepalaku di kakinya di depan semua orang dan merangkul kepalaku. Aku sangat senang.
Jam 8.00 kami pulang dy sangat mengantuk, kami berhenti di rest area sejenak untuk mengemas barang, dan berhenti lagi untuk tidur. Sekitar 1 jam kami tidur. Malam itu aku meminta dy mencium keningku, tapi dy tidak mau. Dan saat sampai di kost ku, aku meminta lagi, dy tetap tidak mau.

Tapi 5 Mei 2016 meski ada kesedihan, Tuhan aku sangat sangat sangat bahagia. Terimakasih Tuhan, terimakasih Aa... aku sayang aa.

Selasa, 03 Mei 2016

Diharapkan

Aku tahu perasaan diharapkan itu dulu biasa saja.
Tapi ketika seseorang yang sangat kita cintai sudah beranjak dan tidak lagi memiliki harapan pada kita. Barulah kita tahu diharapkan itu sangat indah.

Seperti dia yang kini tidak lagi mengharapkan aku, bahkan kadang ingin aku pergi, sehari tanpa aku. Hahahaha... saat itulah harapan itu sangat indah.

Happy

Setiap orang pasti akan bahagia...
PASTI

waktu nya ada di tangan kita, ketika kita memutuskan untuk bahagia, membahagiakan diri sendiri, saat itulah kifa bahagia

Experiences

Tujuh kali menjalin hubungan dengan lelaki yang berbeda-beda membuatku tahu dan bisa merasakan lika liku kehidupan. Dari penderitaan sampai kebahagiaan luar biasa.

Pengalaman diselingkuhi menjadi pengalaman pertama yang harus dihadapi, dan berakhir dengan tangis.

Pengalaman menjalani hubungan dengan keterpaksaan menjadi pengalaman yang harus berakhir hanya dalam jangka waktu 2 minggu, dan harus berakhir dengan permohonan maaf. Namun kurasa setelah itu aku sangat lega.

Pengalaman dianggap wanita yang membosankan menjadi pengalaman yang sangat pahit. Dan tidak tahu harus bagaimana lagi. Tapi dilain pihak kini ia harus merasakan bagaimana berharga nya aku dimasa itu. Tapi kini, aku tidak mau lagi mengulangnya. Cukup hanya saat itu.

Pengalaman berpacaran paling indah dengan seorang berbeda agama yang berani mengenalkan aku pada orang tuanya, yang dengan langkah pasti mengisi hari2 LDR dengan sangat indah, tapi harus berakhir karena agama. Seorang lelaki tampan, bijaksana, berintelek yang pernah aku kenal. Mencintaiku, memujaku, dan tidak bisa jauh darinya. Namun meski demikian kini dia telah sangat berubah, mungkin dia sedang berada dijalan lurus agamanya. Dia dan wanita berjilbab yang pernah kucurigai, aku ikhlas melihatmu sekarang bersamanya. Walau sampai sekarang mimpiku tidak jauh dari wajahnya yang tampan.

Pengalaman berpacaran karena pelampiasan juga pernah dialami. Harus berpura2 sayang, padahal hanya melampiaskan sejenak karena masih belum bisa melupakan kenangan terindah sebelumnya. Dan harus berakhir dengan berpura2 maslaha agama, padahal sebenarnya memang tidak sayang.

Pengalaman berpacaran dengan lelaki yang baru pertama berpacaran, obesesif, kasar adalag pengalaman terburuk, terkelam yang harus dialami. Hidup seakan2 sudah berakhir, menjatuhkan seluruh harga diri, menjadi wanita yang tidak pernah percaya diri dan hanya menyalahkan diri sendiri. Ini adalag masa terkelam dan bersyukur karena akhirnya berakhir dengan tidak damai. Ada seseorang yang jauh2 lebih lembut yang akhirnya menjafi lembaran cerita baru.

Pengalaman terkhir yang pahit manis. Bersama dia yang sangat aku cinta, mungkin tidak bisa dibandingkan dengan pengalaman bersama si tampan. Tega adalah sifatnya yang sering membuatku menangis di kamar mandi. Menghabiskan tisu dan kembali ke meja kantor dengan mata sembab. Tapi pengalaman ini sungguh berharga, aku sangat mencintainya. Ia tidak seberani si tampan yang dengan bangga membawaku ke depan orang tua dan sahabat2 nnya seakan aku ini hanya boleh disimpan, tidak perlu kelihatan. Menjadi wanita yang disayang namun tidak diharapkan ternyata sangat sakit. Berat memang, tapi dy yang paling kusayang dari semuanya. Banyak hal yg sudah kuberikan, materi, jiwa, cinta... tapi dari sini, dari pengalaman dengannya aku tahu, tidak semua yang kita perjuangkan sampai letih, sampai berdarah, sampai kurus, sampai nangis darah, sampai mati pun ada hal yang tidak bisa diperoleh. Dan yang sangat sakit adalah karena hal itu adalah perbedaan agama
Di pacaran yang terakhir ini kadang aku merasa tidak punya harga diri. Banyak hal yang sering membuat sedih tapi semua hanya harus aku lewati. Seperti Tuhan Yesus yang mencintaiku tanpa mengharapkan imbalan, seperti itu aku mencintai dia yang telah mengakhiri hubungannya denganku.
Karena aku tahu suatu saat Tuhan akan memberiku lelako yang sayang, mengharapkan aku, dan aku akan bahagia. Amin

Minggu, 01 Mei 2016

Chicken Soup (my story)

Dalam hidup ini memberi adalah hal yang sulit dilakukan. Apalagi jika memberi dalam kekurangan.

Memberi apapun itu dengan hati yang ikhlas adalah hal yg hebat. Memberi dengab ikhlas berarti memberi tanpa menngharapkan imbalan.

Apa jadinya jika yang kita berikan itu berwujud "perhatian" kepada seseorang yg sangat berarti. Orang yang pernah menjalani hubungan dengan kita, namun hubungan itu sudah berakhir. "Perhatian" yang awalanya adalah suatu hal yg harus dilakukan (dalam masa pacaran) jadi hal yang harus dibatasi (pacaran berakhir). Dan bagaimana ketika "perhatian" itu menjadi sebuah hal yang baru bagi kita, karena "perhatian" itu tidak lagi dibalas dengan senyum atau ucapan terimakasih?